Translate Blog

Posted by MPM PP MUHAMMADIYAH

PUT SOME TITLE HERE


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Suspendisse interdum. Donec tristique dolor nec nisi. Ut faucibus metus non orci. Pellentesque sapien orci, blandit quis, luctus et, vestibulum tristique, massa. In gravida gravida felis. Integer tincidunt sollicitudin dolor.

Posted by MPM PP MUHAMMADIYAH

PUT SOME TITLE HERE


Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Suspendisse interdum. Donec tristique dolor nec nisi. Ut faucibus metus non orci. Pellentesque sapien orci, blandit quis, luctus et, vestibulum tristique, massa. In gravida gravida felis. Integer tincidunt sollicitudin dolor.

Minggu, 15 November 2009

Saatnya Berdayakan Rakyat!

Agenda pemberdayaan masyarakat dan umat secara eksplisit telah tertuang dalam Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammad-iyah ke-45. Dalam rencana kerja tahapan jangka panjang dijelaskan pula bahwa kebijakan program Pimpinan Pusat Muham-madiyah, salah satunya, dititikberatkan pada peningkatan peran Muhammadiyah dalam pemberdayaan umat dan bangsa sebagai manifestasi dari peran Muhammadiyah dalam pengembangan masyarakat madani di Indonesia.

Tercetusnya komitmen pemberdayaan sosial dan segenap potensi masyarakat dan umat ini tidak terlepas dari tuntutan yang dihadapi oleh Muhammadiyah untuk dapat berpihak dan membela masyarakat di akar rumput dan komunitas mustadh’afin dalam berbagai ruang lingkup dan variasinya.

Dalam konteks inilah, peran Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) tidak lagi harus berkutat dengan wacana dan per-gulatan intelektualisme semata-mata (wila-yah idealisme), melainkan perlu diejawan-tahkan di tingkat praksis sosial yang lebih nyata dan lebih responsif terhadap kebutuh-an-kebutuhan masyarakat dan umat.

Oleh karena itu, Majelis Pemberdayaan Masyarakat menjadikan Al-Qur’an Surat Al-Ma’un sebagai basis nilai yang menginspirasi gerakan pemberdayaan masyarakat. Tiga ayat pertama dari Surat Al-Ma’aun memberi inspirasi bagi dikembangkannya berbagai aktivitas untuk memberdayakan masyarakat yang miskin dan terpinggirkan, tetapi seka-ligus dengan itu mendorong juga upaya serius dalam rangka menjamin ketersediaan pa-ngan yang halal dan thayib. Kalau “tidak menganjurkan memberi makan orang miskin” menjadi salah satu indikator dari para pen-dusta agama, maka jaminan ketercukupan pangan bagi orang miskin pun menjadi sesu-atu yang perlu diperhatikan secara sungguh-sungguh.

Kalender

Followers

 

Antaranews

Detiknews

Muhammadiyah

Copyright © 2009 by MPM PP MUHAMMADIYAH
Themes : Magazine Style by Blogger Magazine